Geram rasanya setelah mengetahui
tayangan belajar jarak jauh atau pembe-
lajaran jarak jauh TVRI yang tak sesuai
kalender pendidikan.
Contohnya ketika kalender pendi-
dikan libur atau seharusnya sedang
masa ujian, TVRI masih saja mena-
yangkan program BJJ atau PJJ nya.
Entah apa yang dipikirkan TVRI dan
KEMENDIKBUD?
Kontrak tayang berkisar 9,3
M (miliar) ini supaya dihentikan sa-
ja. Hanya menambah beban siswa,
guru dan orang tua.
Seakan TVRI dan KEMENDIK-
BUD kurang kerjaan di tengah wa-
bah Covid-19.
Biarkan PJJ guru saja yang
mengaturnya. Tidak perlu disu-
ruh harus zoom atau aplikasi
tertentu atau belajar dari radio.
Itu menambah beban. Jika alas-
an sinyal, maka siswa belajar
saja dari buku pelajaran. Jangan
memersulit guru dan siswa.
Cara penilaian juga jangan ter-
lalu memersulit guru.
Perlu diingatkan kepada
Mendikbud, agar memiliki
pandangan yang logis dan
rasional terkait wabah corona.
Jangan plin-plan dalam meng-
ambil sikap. Jangan buru-buru
ingin membuka sekolah. Sete-
lah ditentang para orang tua,
baru tidak jadi membuka seko-
lah. Jangan buru-buru hendak
mengambil opsi atau sudah me-
rancang opsi di tengah tren pe-
nurunan kasus covid-19 belum
juga tercapai.
#menujukewarasanbaru
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
REKRUT TKA, KARENA TKA GA PERLU SHOLAT
TKA Tiongkok akan masuk lagi ke Indonesia, meskipun kemung- kinan akan menyebar virus coro- na lagi. Mereka rajin bekerja, k...
-
Siapa yang tak kenal orang In- donesia? Santuy, bray meskipun orang yang meninggal sudah banyak. Daripada lapar di rumah, lebih ...
-
Masuk sekolah dalam waktu dekat tak mungkin terlaksana. Penularan masih merajalele. Orang-orang masih bandel, ber- keliaran tak...
-
Pandemik COVID-19 belum berakhir, saat ini muncul penyakit lain di Kongo, yaitu Virus baru Ebola. Tidak menutup kemun...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar