Sadar atau tidak sadar, corona
mampu membuat sejarah baru untuk
tata cara shalat berjamaah.
Kesempurnaan sahnya shalat
berjamaah terletak pada lurus dan
rapatnya tiap shaf. Tetapi oleh corona
itu sekarang berubah. Jarak antar-
jamaah dan shaf kini tidak boleh rapat.
Kebutuhan manusia untuk per-
siapan ke negeri tujuan akhir tampak-
nya tidak mampu mencegah masyara-
kat menggelar ibadah di masjid atau
mushola, meskipun corona sebagai
sebuah ancaman. Bahkan ketika laju
peningkatan penularan corona juga
belum surut.
Penerapan PSBB yang rata-rata
berakhir 1 pekan atau 2 pekan lagi,
masyarakat tidak sabar untuk kem-
bali beribadah bersama-sama.
Tak apa-apalah shaf berjarak
1,5 meter demi mendekatkan diri
kepada Allah SWT. Itu kiranya
pemberlakuan shaf longgar diterap-
kan. Meskipun berkegiatan dengan
membentuk kumpulan warga dapat
memicu cluster baru di tempat
ibadah umat Islam tersebut.
#menujukewarasanbaru
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
REKRUT TKA, KARENA TKA GA PERLU SHOLAT
TKA Tiongkok akan masuk lagi ke Indonesia, meskipun kemung- kinan akan menyebar virus coro- na lagi. Mereka rajin bekerja, k...
-
Siapa yang tak kenal orang In- donesia? Santuy, bray meskipun orang yang meninggal sudah banyak. Daripada lapar di rumah, lebih ...
-
Masuk sekolah dalam waktu dekat tak mungkin terlaksana. Penularan masih merajalele. Orang-orang masih bandel, ber- keliaran tak...
-
Pandemik COVID-19 belum berakhir, saat ini muncul penyakit lain di Kongo, yaitu Virus baru Ebola. Tidak menutup kemun...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar