COVID-19 sejak merebak dari
Tiongkok baru berlangsung 7 bulan.
Korban meninggal sekitar 413.000
jiwa.
Jika dibandingkan dengan flu
Spanyol (1918-1920) yang mening-
gal sekitar 25.000.000 di seluruh
dunia masih terlalu kecil. Perlu
menunggu 17 bulan lagi (1 tahun
5 bulan) untuk tahu kedahsyatan-
nya.
Bila dibandingkan pena-
nganan flu Spanyol yang masih
jauh dari kedokteran modern,
penanganan Covid-19 jauh
lebih baik. Namun begitu kita
masih harus menunggu 17 bu-
lan lagi.
Kita yang hidup di abad XXI
ini tidak akan menyangka, dulu
orang Indonesia yang meninggal
akibat flu Spanyol berkisar 1,5 ju-
ta jiwa, saat masih dalam masa
penjajahan Belanda.
Kasus positif Covid-19 di In-
donesia pertambahannya masih
fluktuatif. Ini seiring bergulirnya
PSBB sejak pertengahan April
2020.
Perlu dijetahui kasus Corona
di Indonesia dimulai 02 Maret
2020. Sampai sekarang yang po-
sitif berjumlah 36.406 (+1.111),
sembuh 13.213 (+577) dan me-
ninggal hanya 2.048 (+48) terkon-
firmasi Jumat, 12 Juni 2020 pukul
12 00 WIB. Ini sangat kecil kema-
tiannya dibandingkan dengan
Amerika Serikat yang 115.130
jiwa.
Yang meninggal belum seberapa
baru 2.048 orang dibandingkan
jumlah penduduk Indonesia yang
265 juta jiwa.
Majulah terus Indonesia.
Pantang mundur!
#menujukewarasanbaru
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
REKRUT TKA, KARENA TKA GA PERLU SHOLAT
TKA Tiongkok akan masuk lagi ke Indonesia, meskipun kemung- kinan akan menyebar virus coro- na lagi. Mereka rajin bekerja, k...
-
Siapa yang tak kenal orang In- donesia? Santuy, bray meskipun orang yang meninggal sudah banyak. Daripada lapar di rumah, lebih ...
-
Masuk sekolah dalam waktu dekat tak mungkin terlaksana. Penularan masih merajalele. Orang-orang masih bandel, ber- keliaran tak...
-
Pandemik COVID-19 belum berakhir, saat ini muncul penyakit lain di Kongo, yaitu Virus baru Ebola. Tidak menutup kemun...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar