Sekolah yang dibuka mulai
tanggal 08 Juni 2020 hanyalah
untuk adaptasi di akhir semester
genap 2019/2020 sekaligus untuk
meyakinkan orang tua bahwa
tak akan terjadi apa-apa dengan
putra/putrinya.
Daerah yang mulai membuka
sekolah sejak hari Senin, 08 Juni
2020 itu sebenarnya tidak mungkin
ada KBM (kegiatan belajar menga-
jar), karena dalam 2 pekan ke depan
rapot sudah dapat dibagikan.
Hal itu dilakukan oleh daerah
yang sudah menganggap zona hijau
dan tidak ada kasus lagi. Tetapi jika
dalam satu pekan ke depan didapat-
an ada kasus baru covid-19, maka
daerah tersebut harus menutup seko-
lah. Jangan sampai warga sekolah
menjadi korbannya.
Membuka sekolah dalam pekan
ini atau pekan depan hanyalah untuk
yakin membuka PPDB 2020/2021,
sementara siswa lama hanya main-
main di sekolah.
Yah namanya juga uji coba di
masa PSBB transisi. Indonesia adalah negara yang luas dengan daerah yang penularan covidnya tidak merata. Da-
erah lain masih zona merah dan zona
kuning, maka zona hijau merasa sah-
sah saja mulai membuka sekolah.
Semoga tak ada korban lagi.
Daerah lain, mohon dipikirkan
lagi masak-masak. Sebab sangat riskan
membuka sekolah saat ini. Tak akan
kiamat jika membuka sekolah sampai
seluruh wilayah Indonesia aman.
#menujukewarasanbaru
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
REKRUT TKA, KARENA TKA GA PERLU SHOLAT
TKA Tiongkok akan masuk lagi ke Indonesia, meskipun kemung- kinan akan menyebar virus coro- na lagi. Mereka rajin bekerja, k...
-
Siapa yang tak kenal orang In- donesia? Santuy, bray meskipun orang yang meninggal sudah banyak. Daripada lapar di rumah, lebih ...
-
Masuk sekolah dalam waktu dekat tak mungkin terlaksana. Penularan masih merajalele. Orang-orang masih bandel, ber- keliaran tak...
-
Pandemik COVID-19 belum berakhir, saat ini muncul penyakit lain di Kongo, yaitu Virus baru Ebola. Tidak menutup kemun...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar