Usulan mengenai pemberlakuan
shift dan jaga jarak di sekolah yang
sempat mengemuka untuk melaksa-
nakan new normal menandakan:
1) Corona masih merupakan ancaman
2) Sekolah akan rentan penularan
3) PJJ adalah solusi penyelamatan
jiwa warga sekolah
Pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih
perlu dilakukan beberapa bulan ke depan
setelah PPDB selesai mendapatkan peser-
ta didik baru.
Pengunduran tahun ajaran baru
menjadi 2021/2022 yang diusulkan
oleh pemerhati pendidikan yang
dimulai Januari 2021 juga bukan
solusi yang rasional, jika:
1) PJJ dilanjutkan di semester genap
2019/2020. Ini menimbulkan
kerugian bagi pihak guru, sebab
sia-sia melakukan PJJ, sementara
Semester genap telah berakhir.
2) Terjadi kekosongan selama 6
bulan antara Juli 2020 sampai
Desember 2020.
Solusi protokol kesehatan yang
akan berlaku jika KBM digelar mulai
13 Juli 2020 + ada kegiatan MPLS
(Masa Pengenalan Lingkungan
Sekolah) yang mungkin dipaksakan
terjadi merupakan tindakan yang
aneh bin ajaib. Sehingga daripada
demikian, maka PJJ adalah solusi
tepat setelah PPDB.
MPLS adalah kegiatan yang
tidak terlalu urgen di masa sulit.
Belajar dari rumah melalui TVRI
juga bukan solusi, sebab lebih
banyak bebannya bagi siswa de-
ngan kewajiban menjawan soal.
Karena memang begitulah yang
terjadi, guru meminta siswa
mencatat tayangan materi dan
menjawab soal setiap hari me-
lalui TVRI.
#menujukewarasanbaru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar