02 Juni 2020

SHIFT SEKOLAH DAN JAGA JARAK, TANDANYA BELAJAR DI SEKOLAH TIDAK AMAN CORONA

         Usulan mengenai pemberlakuan
shift dan jaga jarak di sekolah yang
sempat mengemuka untuk melaksa-
nakan new normal menandakan:

1) Corona masih merupakan ancaman
2) Sekolah akan rentan penularan
3) PJJ adalah solusi penyelamatan
     jiwa warga sekolah

         Pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih
perlu dilakukan beberapa bulan ke depan
setelah PPDB selesai mendapatkan peser-
ta didik baru.

         Pengunduran tahun ajaran baru
menjadi 2021/2022 yang diusulkan
oleh pemerhati pendidikan yang
dimulai Januari 2021 juga bukan
solusi yang rasional, jika:

1) PJJ dilanjutkan di semester genap
     2019/2020. Ini menimbulkan
     kerugian bagi pihak guru, sebab
     sia-sia melakukan PJJ, sementara
     Semester genap telah berakhir.

2) Terjadi kekosongan selama 6
     bulan antara Juli 2020 sampai
     Desember 2020.

         Solusi protokol kesehatan yang
akan berlaku jika KBM digelar mulai
13 Juli 2020 + ada kegiatan MPLS
(Masa Pengenalan Lingkungan
Sekolah) yang mungkin dipaksakan
terjadi merupakan tindakan yang
aneh bin ajaib. Sehingga daripada
demikian, maka PJJ adalah solusi
tepat setelah PPDB.


         MPLS adalah kegiatan yang
tidak terlalu urgen di masa sulit.
Belajar dari rumah melalui TVRI
juga bukan solusi, sebab lebih
banyak bebannya bagi siswa de-
ngan kewajiban menjawan soal.
Karena memang begitulah yang
terjadi, guru meminta siswa
mencatat tayangan materi dan
menjawab soal setiap hari me-
lalui TVRI.


#menujukewarasanbaru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REKRUT TKA, KARENA TKA GA PERLU SHOLAT

     TKA Tiongkok akan masuk lagi ke Indonesia, meskipun kemung- kinan akan menyebar virus coro- na lagi.       Mereka rajin bekerja, k...