Tentu kita sudah muak dengan
jargon-jargon politik dan elit politik.
Kalau perlu pemilu dan pilkada kem-
balikan di parlemen. Tak apa-apa se-
perti membeli burung dalam sangkar
yang tertutup kain.
Selama 3 bulan ini, perpolitikan
di tanah air seperti mati. Itu baik ba-
gi kesehatan aliran darah warga ne-
gara.
Pilkada ditunda merupakan angin
sepoi-sepoi. Lebih baik pemilihan ke-
pala daerah kembali bergulir lewat
DPRD. Ongkos politiknya juga tidak a-
kan semahal membuang-buang kertas
dan membuat panggung sandiwara po-
litik.
Pilkada hanya menjadi ajang de-
bat tak berkesudahan. Perlu dipikirkan
lagi untuk melaksanakan di tahun co-
rona ini. Mungkin corona ini harus le-
bih lama, agar dunia ini aman. Katena
jika corona sebentar lagi selesai, maka
orang-orang pencitraan, berkepala
ganda, bermuka lain akan bertebaran
bak laron yang berhamburan ke jalan-
jalan.
Pemilihan pemimpin sebaiknya
di parlemen saja. Warga negara tahu-
nya pokoknya makan. Apalagi kalau
ada wabah berkali-kali, ongkos politik
untuk BLT saja. Dan memajukan sek-
tor pendidikan dan ekonomi rakyat.
Daripada rakyat terus-terusan me-
nanggung biaya bpjs, bbm, listrik dan
lain-lain yang terus meningkat.
#menujukewarasan baru
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
REKRUT TKA, KARENA TKA GA PERLU SHOLAT
TKA Tiongkok akan masuk lagi ke Indonesia, meskipun kemung- kinan akan menyebar virus coro- na lagi. Mereka rajin bekerja, k...
-
Siapa yang tak kenal orang In- donesia? Santuy, bray meskipun orang yang meninggal sudah banyak. Daripada lapar di rumah, lebih ...
-
Masuk sekolah dalam waktu dekat tak mungkin terlaksana. Penularan masih merajalele. Orang-orang masih bandel, ber- keliaran tak...
-
Pandemik COVID-19 belum berakhir, saat ini muncul penyakit lain di Kongo, yaitu Virus baru Ebola. Tidak menutup kemun...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar