Belum waktunya new normal.
Tetap banyak di rumah, jangan ja-
lan-jalan. Jangan piknik-piknik.
Bader pada ente. Ini lagi yang tua,
bukannya larang keluar rumah ma-
lah jadi biang keladi.
Nyawa, man, nyawa. Minimal
sekarat di rumah sakit. Orang-orang
masih pada bader. Ga pake masker,
desak-desakan, dempet-dempetan.
Si Corona masih bergentayang-
an mencari mangsa. Dari yang tua
sampai yang muda. Ingat, sudah bo-
san hidup. Mau mengurangi para
pesaing? Jangan begitu caranya!
Hidup itu musti bijak. Salah-sa-
lah bisa celaka. Dunia usaha, niaga
dan sekolah masih belum aman.
Tambah banyak lagi dah yang covid.
Tahan diri, ente belon kebal be-
ner. Baru juga dibisikin new normal,
roman-romannya pada euforia. Be-
bas gitu?
Rencana itu harus matang. Ja-
ngan coba- coba, kaya buka lemari
tutup lemari. Mati baru tahu rasa!
#menujukewarasanbaru
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
REKRUT TKA, KARENA TKA GA PERLU SHOLAT
TKA Tiongkok akan masuk lagi ke Indonesia, meskipun kemung- kinan akan menyebar virus coro- na lagi. Mereka rajin bekerja, k...
-
Siapa yang tak kenal orang In- donesia? Santuy, bray meskipun orang yang meninggal sudah banyak. Daripada lapar di rumah, lebih ...
-
Masuk sekolah dalam waktu dekat tak mungkin terlaksana. Penularan masih merajalele. Orang-orang masih bandel, ber- keliaran tak...
-
Pandemik COVID-19 belum berakhir, saat ini muncul penyakit lain di Kongo, yaitu Virus baru Ebola. Tidak menutup kemun...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar