Dagelan, dagelan, dagelan
meski ora lucu. Begitulah pang-
gung konfirmasi virus corona
di Indonesia.
Tiap hari diumumkan da-
ta persebaran covid-19 di layar
TV. Kata pengantarnya yang
panjang, berputar-putar, ujung-
ujungnya dikatakan wajar, ka-
rena tes Rapid, Swab dan PCR
bersifat masif.
Saya tiap hari selama lauk
daun di rumah selalu mengikuti
beritanya. Satu per satu gugus
tugas tampil, bla bla bla. Lama
sekali ngalor-ngidul yang dika-
takan.
Ujung-ujungnya masyara-
kat diminta patuhi protokol ke-
sehatan. Jaga jarak, pakai mas-
ker dan rajin cuci tangan. Tapi
disuguhi tatanan normal baru
dengan protokol kesehatan.
Dagelan alias guyonan sa-
ja di tengah wabah pandemik
corona yang masih sangat ting-
gi. Kita diharapkan disiplin da-
lam menjalani kehidupan adap-
tasi atau kebiasaan notmal ba-
ru. Normal baru yang akan di-
terapkan ini dengan penuh ke-
hati-hatian. Sebab sangat besar
kemungkinan terjadi gelom-
bang ke-2.
#menujukewarasanbaru
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
REKRUT TKA, KARENA TKA GA PERLU SHOLAT
TKA Tiongkok akan masuk lagi ke Indonesia, meskipun kemung- kinan akan menyebar virus coro- na lagi. Mereka rajin bekerja, k...
-
Siapa yang tak kenal orang In- donesia? Santuy, bray meskipun orang yang meninggal sudah banyak. Daripada lapar di rumah, lebih ...
-
Masuk sekolah dalam waktu dekat tak mungkin terlaksana. Penularan masih merajalele. Orang-orang masih bandel, ber- keliaran tak...
-
Pandemik COVID-19 belum berakhir, saat ini muncul penyakit lain di Kongo, yaitu Virus baru Ebola. Tidak menutup kemun...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar