01 Juni 2020

KOMANDO YANG KELIRU MEMUNCULKAN CLUSTER BARU COVID-19

         Kita butuh satu komando
yang cerdas. Tidak hanya dari
kalangan terpelajar. Untuk apa
terpelajar apabila tidak cerdas?

          Indonesia masih meberap-
kan lockdown versi sendiri, yakni
PSBB. Namun begitu ketidak-
disiplinan warga telah mewarnai
setiap sudut pemberitaan.


           Di sektor pendidikan misal-
nya, pemangku kebijakan lebih
mengkhawatirkan PAT (Penilaian
Akhir Tahun)/UKK (Ulangan
Kenaikan Kelas) ketimbang
menyelamatkan nyawa siswa.
Siswa masih saja diminta me-
ngerjakan soal PAT meskipun
cuma sebentar mengambil soal
ke sekolah atau orang tuanya
yang mengambilkan, kemudian
dikerjakan di rumah.

         Saya mengacungi jempol
kinerja Dindikbud yang melarang
PAT/UKK dalam bentuk kegiatan
apa pun. Sebab memang apa perlu-
nya jika nyawa taruhannya?

         Dunia pendidikan kita penuh
nilai rekayasa melalui KKM (Kriteria
Ketuntasan Minimal). Untuk apa
lagi kamuflase seakan-akan nilai
tanpa kebohongan? Apa belum
cukup tugas selama PJJ di bulan
Maret sampai Mei? Itu saja yang
mustinya digunakan. Daripada
menyampaikan berita pengambilan
soal PAT/UKK ke sekolah, meskipun
dengan protokol kesehatan.
Ini sama saja seperti tugas dari
TVRI yang tak mau ketinggalan
menambah beban masyarakat di
dalam kesulitan.

         Cluster-cluster baru Corona
tetap akan bermunculan menje-
lang dan setelah penerapan new
normal yang gagal.

         Masyarakat kita tidak taat
aturan. Berpikir tidak rasional
dan lebih mementingkan ide
kelompok. Maka dari itu sangat
diperlukan seorang "komandan"
yang cerdas. Yang dapat membe-
rikan rasa nyaman.


#menujukewarasanbaru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REKRUT TKA, KARENA TKA GA PERLU SHOLAT

     TKA Tiongkok akan masuk lagi ke Indonesia, meskipun kemung- kinan akan menyebar virus coro- na lagi.       Mereka rajin bekerja, k...