11 Juni 2020

KERJA BERLEBIHAN MACAM TAK PUNYA PARU

         Kerja, kerja dan kerja macam tak
punya paru-paru. Begitulah yang ter-
jadi di Indonesia.

         Entah mengadopsi dari mana
praktik tersebut. Bagus untuk pene-
rapan disiplin. Tetapi tidak bagus un-
tuk penghasilan pegawai.

         Berikut hal yang dilakukan  pe-
merintah (pusat/daerah):

1) Membuat sensor jari (finger print)
     atau sensor mata

2) Memotong gaji pegawai dalam ki-
     saran 5% - 20% jika terlambat
     masuk kantor

3) Membuat aplikasi e-kerja dengan
     poin-poin yang harus diisi pega-
     wai secara harian.

4) Kegiatan ibadah shalat yang
     tidak menjadi prioritas, sebab
     mengganggu 3K (kerja, kerja
     dan kerja).


         Tampaknya manusia diang-
gap tak punya paru-paru. Kerja
tanpa istirahat. Di kantor dilema
dengan aturan kantor. Di rumah
masih dikejar aplikasi e-kerja.

         Yah namanya pegawai pasti
menurut saja perintah big boss,
meskipun gajinya juga masih te-
tap dipotong.

         Mereka tidak bisa melawan
secara frontal berhadap-hadapan.
Mereka melawan pakai jalur lu-
nak. Berunding, bernegosiasi sam-
pai mengemis habis-habisan.

         Mengenai ini bagi daerah yang
belum menerapkan hal itu, jangan-
lah. Sekali-kali jangan. Berpikirlah
yang rasional. Menggaji pegawai
jangan dengan iming-iming dan hu-
kuman. Berilah gaji pegawai yang
sesuai. Tidak terlalu besar atau ter-
lalu kecil.

          Sudah banyak contoh daerah
yang tidak ikhlas menggaji pega-
wainya. Sampai-sampai saat corona
mewabah masih masuk kantor, mes-
kipun muridnya libur. Dungu sekali,
yah pegawai, yah bos pembuat atur-
an.


#menujukewarasanbaru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REKRUT TKA, KARENA TKA GA PERLU SHOLAT

     TKA Tiongkok akan masuk lagi ke Indonesia, meskipun kemung- kinan akan menyebar virus coro- na lagi.       Mereka rajin bekerja, k...